Sabtu, 23 November 2013

Tinjauan Umum dan Fungsi Manajemen Keuangan

Tinjauan Umum dan Fungsi Manajemen Keuangan


A.    Keuangan dan Akuntansi
            Dua hal pokok Ilmu Keuangan :
a.       Penilaian
b.      Pengambilan Keputusan
            Kedua hal ini saling berkaitan, karena keputusan keuangan tergantung pada penilaian. Misal :  keputusan untuk membeli aktiva diambil hanya jika nilai aktiva tersebut lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkan 
Perbedaan Keuangan dan Akuntansi
            a. Akuntansi
Penekanannya pada aspek tinjauan (review), pada umumnya memiliki wawasan historis (apa yang telah terjadi) di masa lalu
            b. Keuangan
Penekanannya pada pembuatan keputusan lebih memfokus pandangan akuntansi tentang kondisi keuangan perusahaan di masa lalu Dan saat ini. Keuangan mengkonsentrasi diri pada pertanyaan
     “ What do we do now ?” Dan “Where do we go from here ?”

B.     Definisi Manajemen Keuangan
            Ketika kita berbicara mengenai manajemen keuangan maka hal tersebut akan terkait dengan organisasi. Pada umumnya semua organisasi memerlukan manajemen keuangan yang baik. Organisasi tersebut baik yang berorientasi profit maupun non profit. Suatu organisasi baik yang berskala besar maupun kecil, pakah berorientasi profit maupun non profit, apakah dikelola oleh pihak swasta maupun pemerintahan, akan mempunyai perhatian yang besar pada bidang keuangan, karena keberhasilan organisasi hampir sebagian besar sangat direntukan oleh keputusan keuangandengan kata lain masalh yang timbul dalam organisasi berimplikasi terhadap bidang keuangan.
            Ada beberapa definisi manajemen keuangan yang dikemukakan oleh beberapa ahli dalam berbagai sumber diantaranya adalah pengertian manajemen keuangan menurut Wikipedia yaitu, Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggara, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Pengertian manajemen keuangan menurut Depdiknas yaitu Manajemen keuangan merupakan tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan.
Beberapa definisi manajemen keuangan menurut para ahli :
                  1.      Pengertian manajemen keuangan menurut Suad Husnan : Manajemen Keuangan ialah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
                  2.      Pengertian manajemen keuangan menurut Bambang Riyanto : keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.
                  3.      Pengertian manajemen keuangan menurut Agus Sartono : Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien. (2001:6)
                  4.      Pengertian manajemen keuangan menurut Brigham dan Houston yang diterjemahkan oleh Dodo, H. Dan Herman, W. yaitu “Manajemen keuangan merupakan bidang yang terluas dari tiga bidang keuangan, dan memiliki kesempatan karir yang sangat luas”
                  5.      Pengertian manajemen keuangan menurut Sutrisno : Manajemen Keuangan adalah Sebagai semua aktivitas perusahaan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien. (2003:3)
                  6.      Pengertian manajemen keuangan menurut J. L. Massie : Manajemen keuangan adalah kegiatan operasional bisnis yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan menggunakan dana yang diperlukan untuk sebuah operasi yang efektif dan efisien.
                  7.      Pengertian manajemen keuangan menurut Weston dan Copeland yang diterjemahkan oleh Jaka, W. dan Kirbrandoko yaitu sebagai berikut: “Manajemen keuangan dapat dirumuskan oleh fungsi dan tanggung jawab para manajer keuangan. Fungsi pokok manajemen keuangan antara lain menyangkut keputusan tentang penanaman modal, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden pada suatu perusahaan”
                  8.      Pengertian manajemen keuangan menurut Sonny, S. (2003). Manajemen keuangan adalah aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai dengan tujuan perusahaan secara menyeluruh

C.    Fungsi Manajemen Keuangan
            Manajemen keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan. Mereka yang melaksanakan kegiatan tersebut sering disebut sebagai manajer keuangan. Meskipun demikian, kegiatan keuangan tidaklah terbatas dilakukan oleh mereka yang menduduki jabatan seperti direktur keuangan, manajer keuangan, kepala bagian produksi dan sebagainya. Direktur utama, direktur pemasaran, direktur produksi dan sebagainya, mungkin sekali melakukan kegiatan keuangan. Terdapat dua kegiatan utama atau fungsi utama manajemen keuangan, yaitu :
a. Kegiatan menggunakan dana.
b.Kegiatan mencari pendanaan.
            Manajer keuangan perlu memperoleh dana dari pasar keuangan atau financial market. Dana tersebut dapat dipisahkan menjadi dana jangka pendek dan dana jangka panjang. Pasar dana jangka pendek disebut pasar uang atau money market dan pasar dana jangka panjang disebut pasar modal atau capital market. Pasar keuangan bisa terjadi di sector formal seperti perbankan, asuransi, bursa efek, sewa guna dan sebagainya. Bisa pula terjadi pada sector informal seperti arisan, reintenir, ijon, kumpulan simpan pinjam dan sebagainya. Dengan demikian maka manajer keuangan bisa memperoleh dana dari pasar keuangan bak di sector formal maupun informal.
            Dari kegiatan menanamkan dana (disebut investasi), perusahaan mengharapkan akan memperoleh hasil yang lebih besar dari pengorbanannya. Dengan kata lain, diharapkan memperoleh "laba". Laba yang diperoleh perlu diputuskan untuk dikembalikan ke pemilik dana (pasar keuangan), atau diinvestasikan kembali ke perusahaan yang dengan menerbitkan aktiva financial seperti obligasi dan saham atau diinvestasikan dengan membeli aktiva riil seperti tanah, mesin, bangunan, merek dagang dan sebagainya.
Dalam fungsi manajemen keuangan, manajer keuangan harus mengambil keputusan mengenai :
1. Penggunaan dana disebut sebagai keputusan investasi.
          Keputusan investasi adalah masalah bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang akan dapat mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang. Bentuk, macam, dan komposisi dari inventasi tersebut akan mempengaruhi dan menunjang tingkat keuntungan di masa depan. Keputusan keuangan yang berkaitan dengan investasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Dari kegiatan menanamkan dana (investasi), perusahaan mengharapkan untuk memperoleh hasil yang lebih besar dari pengorbanannya. Dengan kata lain,diharapkan diperoleh laba, laba yang diperoleh perlu diputuskan untuk dikembalikan untuk pemilik dana (pasar keuangan) atau diinvesatasikan kembali keperusahaan.
         Secara garis besar keputusan investasi dapat dibagi menjadi investasi jangka pendek seperti kas, persediaan, surat berharga dan sebagainya,  dan invesatasi jangka panjang yang dapat berupa asset seperti tanah, gedung, peralatan, kendaraan, dan sebagainya. Keputusan investasi akan tercermin pada sisi aktiva perusahaan. Dengan demikian akan mempenngaruhi struktur kekayaan perusahaan, yaitu perbandingan antara aktiva lancar dengan aktiva tetap. Sebaliknya keputusan pendanaan dan kebijakan dividen akan tercermin pada sisi pasiva perusahaan.
2. Memperoleh dana disebut sebagai keputusan pendanaan.
          Keputusan pendanaan ini sering disebut sebagai kebijakan struktur modal. Pada keputusan ini manajer dari sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan usahanya. Keputusan pendanaan tercermin pada sisi pasiva dalam neraca perusahaan dan keputusan ini akan mencerminkan struktur financial maupun struktur modal perusahaan. Struktur financial menunjukkan perbandingan antara hutang dengan modal sendiri, sedangkan struktur modal menunjukkan perbandingan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Manajer keuangan bertanggung jawab menentukan pertimbangan yang optimal setiap hutang yang digunakan oleh perusahaan. 
3. Pembagian laba disebut sebagai kebijakan dividen.
          Keputusan dividen merupakan keputusan manajemen keuangan untuk menentukan besarnya laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk cash deviden, stabilitas dividen yang dibagikan, dividen saham (stock dividen), pemecahan saham (stock split), serta penarikan kembali saham yang beredar yang semuanya ditunjukkan untuk meningkatkan kemakmuran para emegang saham. Maka penerapan proses manajemen dalam bidang keuangan tentunya disertai dengan tujuan tertentu, yaitu agar berbagai aktivitas dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan sebaik-baiknya.

Tiga bidang keuangan :       

1. Keuangan Perusahaan (Corporate Finance)
            Penerepan konsep-konsep keuangan untuk pengambilan keputusan keungan untuk level individu disebut sebagai personal finance. Sedangkan pada level perusahaan penerapan konsep-konsep tersebut disebut dengan corporate finance. Ada beberapa hal yang membedakan corporate finance dengan personal finance, diantaranya :
a. Corporate finance diterapkan pada perusahaan yang bisa saja dimiliki oleh lebih dari 1 orang.
b.Adanya peraturan-peraturan yang berlaku pada perusahaan misalnya peraturan pajak.
c. Pengunaan prinsip-prinsip akuntansi untuk mencatat transaksi keuangan dalam perusahaan.
            Adalah bidang keuangan yang berhubungan dengan operasi suatu perusahaan dari sudut pandang perusahaan tersebut.
Dapat dibagi menjadi dua sisi :
-          Sisi Aktiva (Assets), meliputi apa yang disebut dengan keputusan investasi  (investment decision)
-          Sisi Pasiva (Liabilities and Equity), meliputi keputusan pendanaan (financing decision)
Keputusan investasi adalah keputusan keuangan (financial decision) ttg aktiva mana yang harus dibeli perusahaan. Aktiva tsb berbentuk Aktiva Riil (Real Assests), yang berupa :
-          Aktiva Nyata (Tangible Assets), spt mesin, gedung, perlengkapan
-          Aktiva Tidak Nyata (Intangible Assets), spt paten, hak cipta, merk
Keputusan Investasi dapat dibagi menjadi dua :
-          Jangka Panjang, yakni melibatkan pembelian aktiva tetap
-          Jangka Pendek, Yang melibatkan investasi pada aktiva lancar (kas,piutang, persediaan/modal kerja) guna mendukung operasi perusahaan
Keputusan Pendanaan adalah keputusan keuangan tentang dari mana dana untuk membeli aktiva tsb berasal.Dua macam dana atau modal :
-          Modal Asing, spt hutang bank, obligasi
-          Modal Sendiri, Spt laba ditahan, saham
Dua macam Keputusan Pendanaan :
-          Jangka Panjang, akan membawa dampak pada struktur modal (capital structure) perusahaan
Struktur Modal adalah perbandingan antara modal sendiri dengan hutang (biasanya hutang jangka panjang) perusahaan
-          Jangka Pendek, meliputi hutang jangka pendek, seperti surat wesel Dan hutang dagang

2. Investasi (Investment)
            Adalah bidang keuangan yang juga berhubungan dengan keputusan pendanaan perusahaan, tetapi dilihat dari sudut pandang yang lain, bukan dari pihak perusahaan tetapi dari pihak pemberi modal (investor).
Ada dua alternatif investasi bagi seorang investor :
-          Melalui pasar modal, yaitu dengan membeli saham Dan obligasi perusahaan
-          Melalui Intermediary, misalnya mendepositokan uang di bank

3. Pasar Keuangan Dan Perantara (Financial Market and Intermediaries)
            Juga berhubungan dengan keputusan pendanaan perusahaan, tapi dari sudut pandang pihak ketiga. Financial Market adalah pasar untuk aktiva keuangan (financial assets) spt sekuritas ( surat berharga). Terdiri atas :
-          Pasar Modal (Capital Market), yakni pasar untuk sekuritas jangka panjang
-          Pasar Uang (Money Market), yakni pasar untuk sekuritas jangka pendek
Intermediary Institusion (misal : bank) adalah perantara keuangan antara pihak perusahaan (yg membutuhkan dana) dengan pihak investor (yg menyediakan dana). Fungsi Financial Market maupun intermediaries adalah memperlancar sirkulasi dana dari pihak pemilik modal ke pihak perusahaan yang membutuhkan modal.

D.    Tujuan Manajemen Keuangan
            Sebelum mengambil suatu keputusan maka manajer keuangan harus mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai. Keputusan yang benar adalah keputusan yang akan membantu untuk pencapaian tujuan. Secara normatif tujuan keputusan keuangan adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan harga yang biasa dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Bagi perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal, harga saham yang diperjual berikan di bursa merupakan indikator nilai perusahaan.
Teori keuangan pada keuangan perusahaan adalah bagaimana memaksimumkan kemakmuran pemegang saham atau pemilik perusahaan (wealth of the shareholders). Tujuan normatif ini dpt diwujudkan dg memaksimumkan nilai perusahaan (market value of the firm) dengan asumsi bahwa pemegang  saham akan makmur jika kantongnya bertambah tebal.
1.Memaksimumkan nilai pasar perusahaan = memaksimumkan harga pasar saham
2.Nilai perusahaan (Value/V) = hutang (debt/D) + modal sendiri (equity/E)
3.Jika D diasumsikan tetap, V naik Dan E akan naik.
            Naiknya E akan meningkatkan harga per lembar saham perusahaan. Jika harga per lembar saham naik, pemegang saham akan senang karena bertambah makmur.
         Memaksimumkan harga saham tdk sama dg memaksimumkan keuntungan (profit) perusahaan. Jika ingin meningkatkan keuntungan perusahaan, dapat menerbitkan saham baru untuk memperoleh tambahan dana yg diinvestasikan untuk mendapatkan keuntungan
         Memaksimumkan harga saham jg tdk sama dg memaksimumkan penghasilan per lembar saham (earnings per share / EPS). Tujuan memaksimumkan EPS pada tahun tertentu dapat mengorbankan EPS di masa mendatang.
         Last but not least, tujuan memaksimumkan keuntungan akan mendorong manajemen perusahaan memilih proyek-proyek yg menjanjikan keuntungan besar. Proyek semacam ini biasanya mengandung resiko yang besar pula.
Memaksimumkan nilai perusahaan (atau harga saham) tidak identik dengan memaksimumkan data per lembar saham (earning per share, EPS). Hal ini disebabkan karena:
(1) Memaksimumkan EPS mengabaikan nilai waktu uang
(2) Tidak memperhatikan faktor resiko.
Dengan demikian menaikkan nilai perusahaan tidak identik dengan memksimumkan laba, apabila laba diartikan sebagai laba akutansi. Sebaliknya, memaksimumkan nilai perusahaan akan identik dengan memksimumkan laba dalam pengertian ekonomi (economic profit). Hal ini disebabkan karena laba ekonomi diartikan sebagai jumlah kekayaan yang bisa dikonsumsikan tanpa membuat pemilik kekayaan tersebut menjadi lebih miskin. Sayangnya konsep keuntungan ekonomi ini akan sulit diterapkan, sehingga kalau kita mendengar istilah laba dalam lingkup perusahaan, bisa dipastikan pengertiannya adalah pengertian akutansi. Dengan demikian tujuan pengelolaan keuangan tersebut sebenarnya bisa berlaku untuk siapa saja, bukan terbatas pada perusahaan. Hanya saja untuk level perusahaan ada beberapa kekhususan. Kekhususan-kekhususan tersebut diantaranya adalah:
1.      Perusahaan dimiliki oleh lebih dari satu orang
2.      Ada peraturan-peraturan yang berlaku untuk perusahaan, akan tetapi tidak untuk individu.
3.      Penggunaan prinsip-prinsip akutansi untuk mencatat transaksi keuangan dalam perusahaan.

E.     Keuangan Perusahaan dan Agency Theory
            Bagi perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) terlebih yang sudah go public seringkali terjadi pemisahan antara pihak manajemen atau yang sering disebut dengan agent dengan pemilik perusahaan atau pemegang saham atau sering disebut juga sebagai principal. Tanggung jawab pemilik hanya terbatas pada modal yang disetorkan. Sedangkan tanggung jawab manajemen atau agen terletak pada proses manajemen perusahaan. Antara kedua belah pihak seringkali terjadi suatu masalah-masalah yang sering disebut dengan masalah keagenan atau agency problems.
Masalah keagenan sering terjadi dalam dua bentuk yaitu:
a.       Masalah antara pemilik perusahaan (principals) dengan pihak manajemen (agent).
b.      Masalah antara pemegang saham dengan pemegang obligasi.
            Manajemen mungkin saja akan merugikan para pemegang saham dengan pengambilan keputusan yang tidak baik, seperti contohnya mengambil investasi yang tidak menguntungkan, menggunakan hutang terlalu banyak atau terlalu sedikit, menciptakan mechanisme yang mempersulit pengambilalihan perusahaan oleh perusahaan yang lain (takeover), dan sebagainya.
            Keputusan keuangan juga dapat diambil untuk kepentingan pemegang saham, tetapi mengorbankan kepentingan pemegang obligasi. Keputusan menambah hutang yang sangat besar dapat menimbulkan dampak penurunan harga obligasi karena oblgasi yang diterbitkan perusahaan tersebut sekarang dinilai sangat berisiko. Dengan demikian maka keputusna tersebut akan menguntungkan pemegang saham atas pengorbanan para kreditur.
            Problem keagenan (agency problem) antara pemegang saham (pemilik perusahaan) dg manajer potensial terjadi bila manajemen tidak memiliki saham mayoritas perusahaan. Pemegang saham tentu menginginkan manajer bekerja dengan tujuan memaksimumkan pemegang saham. Sebaliknya manajer perusahaan bisa saja bertindak tidak untuk memakmurkan kemakmuran pemegang saham, tetapi memaksimumkan kemakmuran mereka sendiri. Terjadilah Conflict of Interest. Untuk menyakinkan bahwa manajer bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan pemegang saham, pemegang saham harus mengeluarkan biaya yang disebut Agency Cost yg meliputi
1.      Pengeluaran untuk memonitor kegiatan manajer.
2.      Pengeluaran untuk membuat suatu struktur organisasi yg meminimalkan tindakan manajer yang tidak diinginkan
3.      Serta opportunity cost yg timbul akibat kondisi dimana manajer tidak dapat segera mengambil keputusan tanpa persetujuan pemegang saham.

            Pengawasan secara total terhadap kegiatan para manajer akan memecahkan masalah keagenan, tetapi dibutuhkan biaya yang mahal dan kurang efisien. Solusi yang lebih baik adalah memberi suatu paket kompensasi berupa gaji tetap ditambah bonus kepemilikan perusahaan (saham perusahaan) jika kinerja mereka bagus.
            Selain itu, agency problem antara pemegang saham dengan manajemen perusahaan dapat dikurangi dengan cara :
      - Kekhawatiran untuk di-PHK karena kinerja yg dinilai kurang memuaskan.
      - Ketakutan mengalami hostile take-over atau kondisi dimana perusahaan diambil alih secara paksa oleh pihak lain.
            Agency problem juga muncul antara kreditor, misal pemegang saham persh (bondholders) dengan pemegang saham (stockholder) yang diwakili oleh manajemen perusahaan. Konflik muncul jika :
      - Manajemen mengambil proyek yg risikonya lbh besar drpd perkiraan oleh kreditor
      - Perusahaan meningkatkan jumlah hutang shg mencapai tingkatan yg lebih tinggi daripada yang diperkirakan kreditor.
            Kedua tindakan diatas akan meningkatkan risiko finansial  perusahaan, selanjutnya akan menurunkan nilai pasar uang/obligasi perusahaan yg belum jatuh tempo.

F.     Perkembangan Manajemen Keuangan           
            Keuangan mengalami perkembangan menjadi semakin analitis dan teoritis, dari yang awalnya menitikberatkan pada sudut pandang pihak luar menjadi berorientasi pada pengambilan keputusan bagi pihak manajemen.
Tahun
Perkembangan
1900-an
Istilah manajemen keuangan mulai muncul sebagai suatu bidang ilmu yang terpisah dari ilmu-ilmu lainnya.
1920
Capital budgeting dirumuskan. Model ini menjelaskan perlunya memperhatikan nilai waktu uang sewaktu melakukan keputusan investasi. Kesulitan dalam penentuan tingkat bunga layak untuk menghitung present value. Capital budgeting sebagai dasar perkembangan teori penilaian (valuation)
1929-1933
Terjadi kelesuan perekonomian (resesi) sehingga mengakibatkan kegagalan bisnis di berbagai sektor. Pada saat resesi tersebut, peranan manjemen keuangan memfokuskan analisisnya pada masalah-masalah kebangkrutan dan reorganisasi. Pada saat inilah MK telah bergeser perannya dari masalah pencarian dana untuk pembiayaan dalam melakukan merger, konsolidadi dan pendirian perusahaan baru ke masalah struktur modal yang menganalisis perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri.
1940-1950
MK mulai dipelajari oleh masyarakat secara lebih luas. MK tidak hanya mengatur masalah bagaimana memperoleh dana dan struktur modalnya, namun telah mempelajari bagaimana menggunakan dana secara efektif dan efisien.
1950
Harry Markowitz merumuskan portfolio theory, yang kemudian dikembangkan oleh Sharpe, Lintner, Treynor, pada tahun 1960 an dengan Capital Asset Pricing Model (CAPM). Teori dan model tersebut berguna untuk merumuskan risiko yang relevan untuk investasi. 
1960-1970
Ilmu MK mengalami suatu pembaharuan pada sisi hutang (liabilities) dan modal sendiri yang berada disisi kanan laporan neraca. MK memfokuskan pada penetapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
1970
Muncul Arbritage Pricing Theory dan Option Pricing Theory. Teori pertama memberikan alternatif (selain CAPM) untuk menaksir harga aktiva. Sedangkan teori kedua menjelaskan bagaimana suatu opsi (pilihan) ditaksir nilainya.
            Pada tahun 920-an capital budgeting dirumuskan. Konep capital budgeting memberikan dasar bagi teori penilaian (valuation). Pada tahun 1950-an Harry Markowitz merumuskan potofolio theory, yang kemudian dikembangkan oleh Sharpe, Lintner, Treynor pada tahun 1960-an dengan capital asset pricing modelnya. Tahun 1970-an muncul arbitrage pricing theory dan option pricing theory. Teori yang pertama memberikan alternative selain capital asset pricing model untuk menaksir harga aktiva.
Menurut Fred Weston, perkembangan fungsi keuangan sekarang ini dipengaruhi oleh lima perubahan besar dalam lingkungan eksternal, yaitu :
1.Perkembangan teknologi yang sangat pesat berakibat pada lebih cepatnya daur hidup dari setiap kehidupan produk.
2.Kemampuan perusahaan memperoleh laba mengalami penurunan disbanding penjualannya (profit margin) dari hampir seluruh perusahaa.  Penurunan ini terutama terjadi pada sector industri.  Hal ini karena adanya persaingan yang semakin tajam dalam pengembangan produk
3.Perang Dunia II yang telah menciptakan peluang-peluang bisnis yang memerlukan cara-cara pembiayaan tertentu menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus meningkat .
4.Banyaknya perusahaan-perusahaan berskala besar yang tumbuh memerlukan pengelolaan keuangan yang spesifik,
5.Adanya institusionalisasi aliran tabungan dan investasi yang membutuhkan para professional di bidang investasi.



Daftar pustaka


Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti. 2006. “Dasar-dasar Manajemen Keuangan”. UPP STIM YKPN: Yogyakarata.
Riyanto,B. 1992. “Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan”. Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada: Yogyakarta
Setia Atmaja, Lukas. 2008. “Teori dan Praktik Manajemen Keuangan”. ANDI: Yogyakarta.
Syamsuddin, Lukman. 2013. “Manajemen Keuangan Perusahaan”. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta.
Wiagustini, Putu. 2010. “Dasar-dasar Manajemen Keuangan”.Udayanan University Press: Denpasar.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar