Tinjauan Umum dan Fungsi Manajemen Keuangan
A. Keuangan dan Akuntansi
Dua
hal pokok Ilmu Keuangan :
a.
Penilaian
b.
Pengambilan Keputusan
Kedua hal ini saling berkaitan,
karena keputusan keuangan tergantung pada penilaian. Misal : keputusan untuk membeli aktiva diambil hanya
jika nilai aktiva tersebut lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkan
Perbedaan Keuangan dan Akuntansi
a. Akuntansi
Penekanannya
pada aspek tinjauan (review), pada umumnya memiliki wawasan historis (apa yang
telah terjadi) di masa lalu
b. Keuangan
Penekanannya
pada pembuatan keputusan lebih memfokus pandangan akuntansi tentang kondisi
keuangan perusahaan di masa lalu Dan saat ini. Keuangan mengkonsentrasi diri
pada pertanyaan
“ What do we do now ?” Dan “Where do we go
from here ?”
B. Definisi Manajemen Keuangan
Ketika kita berbicara mengenai
manajemen keuangan maka hal tersebut akan terkait dengan organisasi. Pada
umumnya semua organisasi memerlukan manajemen keuangan yang baik. Organisasi
tersebut baik yang berorientasi profit maupun non profit. Suatu organisasi baik
yang berskala besar maupun kecil, pakah berorientasi profit maupun non profit,
apakah dikelola oleh pihak swasta maupun pemerintahan, akan mempunyai perhatian
yang besar pada bidang keuangan, karena keberhasilan organisasi hampir sebagian
besar sangat direntukan oleh keputusan keuangandengan kata lain masalh yang
timbul dalam organisasi berimplikasi terhadap bidang keuangan.
Beberapa definisi manajemen keuangan
menurut para ahli :
1.
Pengertian
manajemen keuangan menurut Suad Husnan : Manajemen Keuangan ialah manajemen
terhadap fungsi-fungsi keuangan.
2.
Pengertian
manajemen keuangan menurut Bambang Riyanto : keseluruhan aktivitas perusahaan
yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya
yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk
menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.
3.
Pengertian
manajemen keuangan menurut Agus Sartono : Manajemen keuangan dapat diartikan
sebagai manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam
berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk
pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien. (2001:6)
4.
Pengertian
manajemen keuangan menurut Brigham dan Houston
yang diterjemahkan oleh Dodo, H. Dan Herman, W. yaitu “Manajemen keuangan
merupakan bidang yang terluas dari tiga bidang keuangan, dan memiliki
kesempatan karir yang sangat luas”
5.
Pengertian
manajemen keuangan menurut Sutrisno : Manajemen Keuangan adalah Sebagai semua
aktivitas perusahaan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan
biaya yang murah serta usaha untuk menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut
secara efisien. (2003:3)
6.
Pengertian
manajemen keuangan menurut J. L. Massie : Manajemen keuangan adalah kegiatan
operasional bisnis yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan menggunakan dana
yang diperlukan untuk sebuah operasi yang efektif dan efisien.
7.
Pengertian
manajemen keuangan menurut Weston dan Copeland yang diterjemahkan oleh Jaka, W.
dan Kirbrandoko yaitu sebagai berikut: “Manajemen keuangan dapat dirumuskan
oleh fungsi dan tanggung jawab para manajer keuangan. Fungsi pokok manajemen
keuangan antara lain menyangkut keputusan tentang penanaman modal, pembiayaan
kegiatan usaha dan pembagian deviden pada suatu perusahaan”
8.
Pengertian
manajemen keuangan menurut Sonny, S. (2003). Manajemen keuangan adalah
aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana,
menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai dengan tujuan perusahaan secara
menyeluruh
C. Fungsi Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan menyangkut
kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian kegiatan keuangan. Mereka yang
melaksanakan kegiatan tersebut sering disebut sebagai manajer keuangan.
Meskipun demikian, kegiatan keuangan tidaklah terbatas dilakukan oleh mereka
yang menduduki jabatan seperti direktur keuangan, manajer keuangan, kepala
bagian produksi dan sebagainya. Direktur utama, direktur pemasaran, direktur
produksi dan sebagainya, mungkin sekali melakukan kegiatan keuangan. Terdapat
dua kegiatan utama atau fungsi utama manajemen keuangan, yaitu :
a. Kegiatan
menggunakan dana.
b.Kegiatan mencari pendanaan.
Manajer keuangan perlu memperoleh
dana dari pasar keuangan atau financial market. Dana tersebut dapat dipisahkan
menjadi dana jangka pendek dan dana jangka panjang. Pasar dana jangka pendek
disebut pasar uang atau money market dan pasar dana jangka panjang disebut
pasar modal atau capital market. Pasar keuangan bisa terjadi di sector formal
seperti perbankan, asuransi, bursa efek, sewa guna dan sebagainya. Bisa pula
terjadi pada sector informal seperti arisan, reintenir, ijon, kumpulan simpan
pinjam dan sebagainya. Dengan demikian maka manajer keuangan bisa memperoleh
dana dari pasar keuangan bak di sector formal maupun informal.
Dari
kegiatan menanamkan dana (disebut investasi), perusahaan mengharapkan akan
memperoleh hasil yang lebih besar dari pengorbanannya. Dengan kata lain,
diharapkan memperoleh "laba". Laba yang diperoleh perlu diputuskan
untuk dikembalikan ke pemilik dana (pasar keuangan), atau diinvestasikan
kembali ke perusahaan yang dengan menerbitkan aktiva financial seperti obligasi
dan saham atau diinvestasikan dengan membeli aktiva riil seperti tanah, mesin,
bangunan, merek dagang dan sebagainya.
Dalam
fungsi manajemen keuangan, manajer keuangan harus mengambil keputusan mengenai
:
1. Penggunaan dana disebut sebagai
keputusan investasi.
Keputusan investasi adalah masalah bagaimana
manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi
yang akan dapat mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang. Bentuk,
macam, dan komposisi dari inventasi tersebut akan mempengaruhi dan menunjang
tingkat keuntungan di masa depan. Keputusan keuangan yang berkaitan dengan
investasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Dari kegiatan menanamkan dana
(investasi), perusahaan mengharapkan untuk memperoleh hasil yang lebih besar
dari pengorbanannya. Dengan kata lain,diharapkan diperoleh laba, laba yang
diperoleh perlu diputuskan untuk dikembalikan untuk pemilik dana (pasar
keuangan) atau diinvesatasikan kembali keperusahaan.
Secara garis besar keputusan investasi
dapat dibagi menjadi investasi jangka pendek seperti kas, persediaan, surat berharga dan
sebagainya, dan invesatasi jangka
panjang yang dapat berupa asset seperti tanah, gedung, peralatan, kendaraan,
dan sebagainya. Keputusan investasi akan tercermin pada sisi aktiva perusahaan.
Dengan demikian akan mempenngaruhi struktur kekayaan perusahaan, yaitu
perbandingan antara aktiva lancar dengan aktiva tetap. Sebaliknya keputusan
pendanaan dan kebijakan dividen akan tercermin pada sisi pasiva perusahaan.
2. Memperoleh dana disebut sebagai
keputusan pendanaan.
Keputusan pendanaan ini sering disebut sebagai
kebijakan struktur modal. Pada keputusan ini manajer dari sumber-sumber dana
yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan-kebutuhan investasi
serta kegiatan usahanya. Keputusan pendanaan tercermin pada sisi pasiva dalam
neraca perusahaan dan keputusan ini akan mencerminkan struktur financial maupun
struktur modal perusahaan. Struktur financial menunjukkan perbandingan antara
hutang dengan modal sendiri, sedangkan struktur modal menunjukkan perbandingan
antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Manajer keuangan bertanggung
jawab menentukan pertimbangan yang optimal setiap hutang yang digunakan oleh
perusahaan.
3. Pembagian laba disebut sebagai
kebijakan dividen.
Keputusan
dividen merupakan keputusan manajemen keuangan untuk menentukan besarnya laba
yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk cash deviden, stabilitas
dividen yang dibagikan, dividen saham (stock dividen), pemecahan saham (stock
split), serta penarikan kembali saham yang beredar yang semuanya ditunjukkan
untuk meningkatkan kemakmuran para emegang saham. Maka penerapan proses
manajemen dalam bidang keuangan tentunya disertai dengan tujuan tertentu, yaitu
agar berbagai aktivitas dilakukan oleh perusahaan dapat berjalan sebaik-baiknya.
Tiga bidang keuangan :
1. Keuangan
Perusahaan (Corporate Finance)
Penerepan konsep-konsep keuangan
untuk pengambilan keputusan keungan untuk level individu disebut sebagai
personal finance. Sedangkan pada level perusahaan penerapan konsep-konsep
tersebut disebut dengan corporate finance. Ada beberapa hal yang membedakan corporate
finance dengan personal finance, diantaranya :
a. Corporate
finance diterapkan pada perusahaan yang bisa saja dimiliki oleh lebih dari 1
orang.
b.Adanya peraturan-peraturan yang
berlaku pada perusahaan misalnya peraturan pajak.
c. Pengunaan
prinsip-prinsip akuntansi untuk mencatat transaksi keuangan dalam perusahaan.
Adalah bidang keuangan yang
berhubungan dengan operasi suatu perusahaan dari sudut pandang perusahaan
tersebut.
Dapat
dibagi menjadi dua sisi :
-
Sisi Aktiva (Assets), meliputi apa yang disebut dengan
keputusan investasi (investment
decision)
-
Sisi Pasiva (Liabilities and Equity), meliputi
keputusan pendanaan (financing decision)
Keputusan
investasi adalah keputusan keuangan (financial decision) ttg aktiva mana yang
harus dibeli perusahaan. Aktiva tsb berbentuk Aktiva Riil (Real Assests), yang
berupa :
-
Aktiva Nyata (Tangible Assets), spt mesin, gedung,
perlengkapan
-
Aktiva Tidak Nyata (Intangible Assets), spt paten, hak
cipta, merk
Keputusan
Investasi dapat dibagi menjadi dua :
-
Jangka Panjang, yakni melibatkan pembelian aktiva tetap
-
Jangka Pendek, Yang melibatkan investasi pada aktiva
lancar (kas,piutang, persediaan/modal kerja) guna mendukung operasi perusahaan
Keputusan
Pendanaan adalah keputusan keuangan tentang dari mana dana untuk membeli aktiva
tsb berasal.Dua macam dana atau modal :
-
Modal Asing, spt hutang bank, obligasi
-
Modal Sendiri, Spt laba ditahan, saham
Dua
macam Keputusan Pendanaan :
-
Jangka Panjang, akan membawa dampak pada struktur modal
(capital structure) perusahaan
Struktur Modal
adalah perbandingan antara modal sendiri dengan hutang (biasanya hutang jangka
panjang) perusahaan
-
Jangka Pendek, meliputi hutang jangka pendek, seperti surat wesel Dan hutang dagang
2. Investasi
(Investment)
Adalah bidang keuangan yang juga
berhubungan dengan keputusan pendanaan perusahaan, tetapi dilihat dari sudut
pandang yang lain, bukan dari pihak perusahaan tetapi dari pihak pemberi modal
(investor).
-
Melalui pasar modal, yaitu dengan membeli saham Dan
obligasi perusahaan
-
Melalui Intermediary, misalnya mendepositokan uang di
bank
3. Pasar Keuangan
Dan Perantara (Financial Market and Intermediaries)
Juga berhubungan dengan keputusan
pendanaan perusahaan, tapi dari sudut pandang pihak ketiga. Financial Market
adalah pasar untuk aktiva keuangan (financial assets) spt sekuritas ( surat berharga). Terdiri
atas :
-
Pasar Modal (Capital Market), yakni pasar untuk
sekuritas jangka panjang
-
Pasar Uang (Money Market), yakni pasar untuk sekuritas
jangka pendek
Intermediary
Institusion (misal : bank) adalah perantara keuangan antara pihak perusahaan
(yg membutuhkan dana) dengan pihak investor (yg menyediakan dana). Fungsi
Financial Market maupun intermediaries adalah memperlancar sirkulasi dana dari
pihak pemilik modal ke pihak perusahaan yang membutuhkan modal.
D. Tujuan Manajemen Keuangan
Sebelum
mengambil suatu keputusan maka manajer keuangan harus mempertimbangkan tujuan
yang ingin dicapai. Keputusan yang benar adalah keputusan yang akan membantu
untuk pencapaian tujuan. Secara normatif tujuan keputusan keuangan adalah untuk
memaksimumkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan harga yang biasa
dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Bagi perusahaan
yang menerbitkan saham di pasar modal, harga saham yang diperjual berikan di
bursa merupakan indikator nilai perusahaan.
Teori
keuangan pada keuangan perusahaan adalah bagaimana memaksimumkan kemakmuran
pemegang saham atau pemilik perusahaan (wealth of the shareholders). Tujuan
normatif ini dpt diwujudkan dg memaksimumkan nilai perusahaan (market value of
the firm) dengan asumsi bahwa pemegang
saham akan makmur jika kantongnya bertambah tebal.
1.Memaksimumkan nilai pasar perusahaan
= memaksimumkan harga pasar saham
2.Nilai perusahaan (Value/V) = hutang
(debt/D) + modal sendiri (equity/E)
3.Jika D diasumsikan tetap, V naik Dan
E akan naik.
Naiknya
E akan meningkatkan harga per lembar saham perusahaan. Jika harga per lembar
saham naik, pemegang saham akan senang karena bertambah makmur.
•
Memaksimumkan harga saham tdk sama dg memaksimumkan
keuntungan (profit) perusahaan. Jika ingin meningkatkan keuntungan perusahaan,
dapat menerbitkan saham baru untuk memperoleh tambahan dana yg diinvestasikan
untuk mendapatkan keuntungan
•
Memaksimumkan harga saham jg tdk sama dg memaksimumkan
penghasilan per lembar saham (earnings per share / EPS). Tujuan memaksimumkan
EPS pada tahun tertentu dapat mengorbankan EPS di masa mendatang.
•
Last but not least, tujuan memaksimumkan keuntungan
akan mendorong manajemen perusahaan memilih proyek-proyek yg menjanjikan
keuntungan besar. Proyek semacam ini biasanya mengandung resiko yang besar
pula.
Memaksimumkan nilai perusahaan (atau harga saham) tidak identik
dengan memaksimumkan data per lembar saham (earning per share, EPS). Hal ini
disebabkan karena:
(1) Memaksimumkan EPS mengabaikan nilai waktu uang
(2) Tidak memperhatikan faktor resiko.
Dengan demikian menaikkan nilai perusahaan tidak identik
dengan memksimumkan laba, apabila laba diartikan sebagai laba akutansi.
Sebaliknya, memaksimumkan nilai perusahaan akan identik dengan memksimumkan
laba dalam pengertian ekonomi (economic profit). Hal ini disebabkan karena laba
ekonomi diartikan sebagai jumlah kekayaan yang bisa dikonsumsikan tanpa membuat
pemilik kekayaan tersebut menjadi lebih miskin. Sayangnya konsep keuntungan
ekonomi ini akan sulit diterapkan, sehingga kalau kita mendengar istilah laba
dalam lingkup perusahaan, bisa dipastikan pengertiannya adalah pengertian
akutansi. Dengan demikian tujuan pengelolaan keuangan tersebut sebenarnya bisa
berlaku untuk siapa saja, bukan terbatas pada perusahaan. Hanya saja untuk
level perusahaan ada beberapa kekhususan. Kekhususan-kekhususan tersebut
diantaranya adalah:
1.
Perusahaan dimiliki oleh lebih dari satu orang
2.
Ada
peraturan-peraturan yang berlaku untuk perusahaan, akan tetapi tidak untuk
individu.
3.
Penggunaan prinsip-prinsip akutansi untuk mencatat
transaksi keuangan dalam perusahaan.
E. Keuangan Perusahaan dan Agency Theory
Bagi
perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) terlebih yang sudah go public
seringkali terjadi pemisahan antara pihak manajemen atau yang sering disebut
dengan agent dengan pemilik perusahaan atau pemegang saham atau sering disebut
juga sebagai principal. Tanggung jawab pemilik hanya terbatas pada modal yang
disetorkan. Sedangkan tanggung jawab manajemen atau agen terletak pada proses
manajemen perusahaan. Antara kedua belah pihak seringkali terjadi suatu
masalah-masalah yang sering disebut dengan masalah keagenan atau agency problems.
Masalah
keagenan sering terjadi dalam dua bentuk yaitu:
a.
Masalah antara pemilik perusahaan (principals) dengan
pihak manajemen (agent).
b.
Masalah antara pemegang saham dengan pemegang obligasi.
Manajemen mungkin saja akan
merugikan para pemegang saham dengan pengambilan keputusan yang tidak baik,
seperti contohnya mengambil investasi yang tidak menguntungkan, menggunakan
hutang terlalu banyak atau terlalu sedikit, menciptakan mechanisme yang
mempersulit pengambilalihan perusahaan oleh perusahaan yang lain (takeover),
dan sebagainya.
Keputusan keuangan juga dapat
diambil untuk kepentingan pemegang saham, tetapi mengorbankan kepentingan
pemegang obligasi. Keputusan menambah hutang yang sangat besar dapat
menimbulkan dampak penurunan harga obligasi karena oblgasi yang diterbitkan
perusahaan tersebut sekarang dinilai sangat berisiko. Dengan demikian maka
keputusna tersebut akan menguntungkan pemegang saham atas pengorbanan para
kreditur.
Problem keagenan (agency problem)
antara pemegang saham (pemilik perusahaan) dg manajer potensial terjadi bila
manajemen tidak memiliki saham mayoritas perusahaan. Pemegang saham tentu
menginginkan manajer bekerja dengan tujuan memaksimumkan pemegang saham.
Sebaliknya manajer perusahaan bisa saja bertindak tidak untuk memakmurkan
kemakmuran pemegang saham, tetapi memaksimumkan kemakmuran mereka sendiri.
Terjadilah Conflict of Interest. Untuk menyakinkan bahwa manajer bekerja
sungguh-sungguh untuk kepentingan pemegang saham, pemegang saham harus
mengeluarkan biaya yang disebut Agency Cost yg meliputi
1.
Pengeluaran untuk memonitor kegiatan manajer.
2.
Pengeluaran untuk membuat suatu struktur organisasi yg
meminimalkan tindakan manajer yang tidak diinginkan
3.
Serta opportunity cost yg timbul akibat kondisi dimana
manajer tidak dapat segera mengambil keputusan tanpa persetujuan pemegang
saham.
Pengawasan
secara total terhadap kegiatan para manajer akan memecahkan masalah keagenan, tetapi
dibutuhkan biaya yang mahal dan kurang efisien. Solusi yang lebih baik adalah
memberi suatu paket kompensasi berupa gaji tetap ditambah bonus kepemilikan
perusahaan (saham perusahaan) jika kinerja mereka bagus.
Selain itu, agency problem antara
pemegang saham dengan manajemen perusahaan dapat dikurangi dengan cara :
- Kekhawatiran untuk di-PHK karena kinerja
yg dinilai kurang memuaskan.
-
Ketakutan mengalami hostile take-over atau kondisi dimana perusahaan diambil
alih secara paksa oleh pihak lain.
Agency problem juga muncul antara
kreditor, misal pemegang saham persh (bondholders) dengan pemegang saham
(stockholder) yang diwakili oleh manajemen perusahaan. Konflik muncul jika :
- Manajemen mengambil proyek yg risikonya
lbh besar drpd perkiraan oleh kreditor
-
Perusahaan meningkatkan jumlah hutang shg mencapai tingkatan yg lebih tinggi daripada
yang diperkirakan kreditor.
Kedua tindakan diatas akan
meningkatkan risiko finansial
perusahaan, selanjutnya akan menurunkan nilai pasar uang/obligasi
perusahaan yg belum jatuh tempo.
F. Perkembangan Manajemen Keuangan
Keuangan
mengalami perkembangan menjadi semakin analitis dan teoritis, dari yang awalnya
menitikberatkan pada sudut pandang pihak luar menjadi berorientasi pada
pengambilan keputusan bagi pihak manajemen.
|
Tahun
|
Perkembangan
|
|
1900-an
|
Istilah
manajemen keuangan mulai muncul sebagai suatu bidang ilmu yang terpisah dari
ilmu-ilmu lainnya.
|
|
1920
|
Capital
budgeting dirumuskan. Model ini menjelaskan perlunya memperhatikan nilai
waktu uang sewaktu melakukan keputusan investasi. Kesulitan dalam penentuan
tingkat bunga layak untuk menghitung present value. Capital budgeting sebagai
dasar perkembangan teori penilaian (valuation)
|
|
1929-1933
|
Terjadi
kelesuan perekonomian (resesi) sehingga mengakibatkan kegagalan bisnis
di berbagai sektor. Pada saat resesi tersebut, peranan manjemen keuangan
memfokuskan analisisnya pada masalah-masalah kebangkrutan dan reorganisasi.
Pada saat inilah MK telah bergeser perannya dari masalah pencarian dana untuk
pembiayaan dalam melakukan merger, konsolidadi dan pendirian perusahaan baru
ke masalah struktur modal yang menganalisis perimbangan antara hutang jangka
panjang dengan modal sendiri.
|
|
1940-1950
|
MK
mulai dipelajari oleh masyarakat secara lebih luas. MK tidak hanya mengatur
masalah bagaimana memperoleh dana dan struktur modalnya, namun telah
mempelajari bagaimana menggunakan dana secara efektif dan efisien.
|
|
1950
|
Harry
Markowitz merumuskan portfolio theory, yang kemudian dikembangkan oleh
Sharpe, Lintner, Treynor, pada tahun 1960 an dengan Capital Asset Pricing
Model (CAPM). Teori dan model tersebut berguna untuk merumuskan risiko yang
relevan untuk investasi.
|
|
1960-1970
|
Ilmu
MK mengalami suatu pembaharuan pada sisi hutang (liabilities) dan
modal sendiri yang berada disisi kanan laporan neraca. MK memfokuskan pada
penetapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap nilai
perusahaan.
|
|
1970
|
Muncul
Arbritage Pricing Theory dan Option Pricing Theory. Teori pertama memberikan
alternatif (selain CAPM) untuk menaksir harga aktiva. Sedangkan teori kedua
menjelaskan bagaimana suatu opsi (pilihan) ditaksir nilainya.
|
Pada tahun 920-an capital budgeting
dirumuskan. Konep capital budgeting memberikan dasar bagi teori penilaian
(valuation). Pada tahun 1950-an Harry Markowitz merumuskan potofolio theory,
yang kemudian dikembangkan oleh Sharpe, Lintner, Treynor pada tahun 1960-an
dengan capital asset pricing modelnya. Tahun 1970-an muncul arbitrage pricing
theory dan option pricing theory. Teori yang pertama memberikan alternative
selain capital asset pricing model untuk menaksir harga aktiva.
Menurut Fred Weston, perkembangan
fungsi keuangan sekarang ini dipengaruhi oleh lima perubahan besar dalam lingkungan
eksternal, yaitu :
1.Perkembangan teknologi yang sangat
pesat berakibat pada lebih cepatnya daur hidup dari setiap kehidupan produk.
2.Kemampuan perusahaan memperoleh laba
mengalami penurunan disbanding penjualannya (profit margin) dari hampir seluruh
perusahaa. Penurunan ini terutama terjadi pada sector
industri. Hal ini karena adanya persaingan yang semakin tajam dalam
pengembangan produk
3.Perang Dunia II yang telah
menciptakan peluang-peluang bisnis yang memerlukan cara-cara pembiayaan
tertentu menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus meningkat .
4.Banyaknya perusahaan-perusahaan
berskala besar yang tumbuh memerlukan pengelolaan keuangan yang spesifik,
5.Adanya institusionalisasi aliran
tabungan dan investasi yang membutuhkan para professional di bidang investasi.
Daftar
pustaka
Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti. 2006. “Dasar-dasar Manajemen Keuangan”. UPP STIM YKPN: Yogyakarata.
http://kangnas.blogspot.com/2013/05/pengertian-manajemen-keuangan-menurut-para-ahli.html.(13
September 2013)
http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bitstream/handle/10364/604/bab2.pdf?sequence=6.(13
September 2013)
http://turunanilmu.blogspot.com/2010/12/fungsi-dan-tujuan-manajemen-keuangan.html.
(13 September 2013)
Riyanto,B. 1992. “Dasar-dasar
Pembelanjaan Perusahaan”. Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada: Yogyakarta
Setia Atmaja, Lukas. 2008. “Teori dan Praktik Manajemen Keuangan”. ANDI: Yogyakarta .
Syamsuddin, Lukman. 2013. “Manajemen
Keuangan Perusahaan”. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta .
Wiagustini, Putu. 2010. “Dasar-dasar
Manajemen Keuangan”.Udayanan University Press: Denpasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar