Kamis, 19 Januari 2012

Kisahku dan Mimpiku



Matahari tenggelam di titik barat. Kristal cahayanya menyejukkan setiap indra yang melihat dan menyaksikan. Letih, capek, dan lelah dalam sehari meniti langkah dengan keringat yang bercucuran. Sebuah pengharapan  besar menjadi arah yang ingin di capai. Ketika malam hembuskan angin kecil yang lembut membisikkan kepadaku bahwa aku harus menutup mataku dan terbang menggapai memeluk bintang. Aku terbawa dalam setiap lantunan merdu dari arah nan jauh di sana. Aku beranjak dan tiba di depan bintang yang paling bersinar. Aku coba untuk mengetuk pintu bintang itu dengan senyum ku. Namun, tidak sedikit pun bintang memberi ku jalan untuk memasuki sisi terangnya itu. Aku terdiam sejenak untuk menikmati indahnya kilauan cahaya bintang dari permukaan yang aku peluk. Di saat itu bintang hanya tersenyum menatap aku. Senyuman itu mengisyaratkan aku untuk memeluknya semakin erat. Bintang itu kembali terdiam dan hanya memandang, dan memandangku. Aku sadari itu dan aku memandang bintang dengan penuh pengharapan. Hingga akhirnya aku ketuk kembali pintu itu. Sangat mengejutkan, akhirnya bintang membuka sedikit pintunya, namun dia tidak menyuruhku untukmasuk. Bintang membiarkan aku hanya sekedar melihat ke dalam. Aku dudukdan berkata:
A         : “Bintang, kamu kenapa?, Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu tidak menyuruhku masuk?” (Bintang tersenyum padaku),
A         : “Bintang, kenapa pertanyaanku tidak kamu jawab? Apa aku bersalah padamu? Apa kau marah padaku?” (Bintang tersenyum lagi)
A         :”Bintang tolong jangan buat aku bingung.“
B          :”Maaf……..”
A         : “Kenapa kau justru minta maaf? (rasa pensaran yang sangat dalam)
B          : (hanya diamdan diam) sambil membuka pintunya dengan lebar selebar-lebarnya.

Hanya dengan senyuman itu di menyuruhku untuk masuk. Tapi kenapa justru keindahan yang teramat indah, yang telah aku lihat sekarang tidak ada? Hanya kosong,hanya kosong dan kekosongan .
A         : “Bintang kenapa kau sembunyikan segala yang indah itu disaat aku masuk?
B          : “Tidak ada yang hilang”.
A         : “Tapi kenapa aku tidak melihat apa-apa? Hanya kosong dan kosong , apa aku tidak pantas? Apa karena diriku sendiri hingga aku tidak bisa melihat betapa indahnya segala yang ada disini. Bintang berikan aku kesempatan…..
B          : “Kesempatan apa?”
A         : “Kesempatan untuk melihat indah yang ada dalm dirimu .
B          : “ Inilah aku, dan aku tidak menyembunyikan apapun darimu.”
A         : “Tapi hanya kekosongan yang aku lihat”.
B          : “itulah aku yang sesunggguhnya”.
A         : “ Tapi sebelum aku masuk aku melihat kilauan keindahan bintang.
B          : “ Berarti itulah yang kau lihat padaku”.
A         : “Tapi sekarang tidak.
B          : “ Kenapa kau selalu bilang kosong dan tidak ada?
A         : “Karena sesungguhnya aku hanya melihat kekosongan, maka itu yang aku ungkapkan padamu.
B          : “Pejamkan matamu
Pelan-pelan aku memejamkan mataku, tanganku menggapai kehangatan dan kedamaian hati yang aku rasakan.
A         : “Bintang ……ternyata inilah keindahan yang berkilauan itu. Iyaaa ini….tidak salah lagi. Kau telah meunjukkannya ini semua padaku. Terimakasih bintang.
B          : “Kenapa kau berterimakasih padaku? Aku tidak melakukan apapun untukmu. Semua itu hanya rasa yang kau punya untuk merasakan semua yang kau nilai dengan hatimu.
A         : “Tapi kau yang telah membuat semua ini indah bagiku bintang.
Bintang tersenyum padaku dan membuka ruang di sekitarku. Mataku terpaut,menarik nafas yang begitu segar, tangan dan kakiku di tuntun untuk menghitung gemerlapan cahaya di langit. Cahaya itu aku dekati satu persatu.
A         : “Bintang, ternyata begitu luas ya hamparan alam ini. Apa kau tahu bintang?
B          : “Tahu apa?”
A         : “Tahu kalau aku sangat bahagia di saat ini, sangat damai jiwaku ada disini. Cahayamu menjaga dan menemaniku di tengah gelap sekitarku. Cahayamu memberiku kehangatan di tengah dingin yang menyelimuti.
Bintang tersenyum padaku . aku tersenyum … aku menutup mataku dan berkata.
A         : “Bintang aku ingin selalu ada disini. Terjaga olehmu dan terlindungi dari segala hiruk pikuk dan lika liku sekitarku.
Sambil menarik nafas aku membuka mata perlahan. Tetesan air mataku terjatuh dan terjatuh. Aku hanya terdiam tidak dapat berkata-kata. Memandang ke arah depan. Berdiri mengnjakkakn kaki dan melangkah membuka jendela. Yang terlihat hanya malam yang sangat gelap. Aku memanggil bintang.
A         : “ bintang…bintang…bintang…dimana kamu? Bintang kenapa kamu pergi? Bntang, apa kau mendengar aku memanggilmu?
Kesekian kali aku memanggil, bintang tidak muncul di hadapanku aku diam,duduk dan tersadar. Aku tdak percaya pada awalnya. Tapi aku membuka lagi dan lagi. Hngga akhirnya aku benar-benar sadar bahwa semua yang telah lewat hanya aku alami dalam mimpiku. Mimpi yang tidak akan terjadi. Mimpi yang hanya dapat aku sebut mimpi. Aku tersenyum dikala itu, dan akhirnya aku menangis. Perjalanan hari-hariku dihantui mimpi yang semakin membuatku terluka. Selalu ingat dan ingat. Aku tahu itu tidak nyata, tapi dari hal yang tidak nyata aku merasakan bahagia itu apa. Dari bahagia yang tidak nyata pula aku selalu meneteskan air mata. Air mata yang menyesali kemayaan mimpi di kala ini. Mimpi indah, iyaaa. Itu mimpi indah , mimpi yang sangat indah. Tetapi mimpi indah itu yang mebuatku menangis di kala membuka mata.


Created By : Dwi Susianti         (Dwi_chuichi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar